Selasa, 30 Mei 2017

Charger-ku Rusak

Rumahku di Kota Kuda, kota kecil yang begitu indah. Apalagi setiap hari aku bisa melihat gunung tertinggi di provinsi ini dari belakang rumahku dengan jelas, hehe. Namun, sekarang aku lebih sering tinggal di Kota Kembang karena tuntutan pendidikan, kota yang besar dan jauh berbeda dengan rumahku, begitu juga dengan orang-orang di sana. 

Di Kota Kembang itu sudah ada luka, luka yang timbul dari petualanganku disana, luka yang timbul dari "coba-coba"-ku disana. Ya seharusnya aku fokus belajar, bukan berpetualang, apalagi berpetualang urusan hati, hehe. Perjuangan sekali untuk melupakan kenangan itu. Perjuangan sekali untuk menjadi baik-baik saja di tempat yang memiliki kenangan yang menyakiti hati. Jika bukan karena teman-temanku yang gila mungkin aku tak akan lama bertahan disana. Ah sudahlah, toh nanti aku akan pulang dan aku akan meninggalkan luka itu di Kota Kembang ini, pikirku. 

Di Kota Kuda ini--sebelumnya--tidak pernah ada luka ataupun kenangan buruk. Disini hanya ada kebahagiaan, entah itu dengan keluarga atau dengan teman-teman saat sekolah dulu. Libur kuliah adalah hal yang didambakan dan pulang adalah hal yang selalu ditunggu-tunggu. Mungkin kalian yang tinggal jauh dari rumah karena pendidikan atau pekerjaan tau betul rasanya saat mendapat kesempatan untuk pulang. 

Seperti handphone yang kehabisan battery lalu di-charge kembali sampai penuh. Itulah artinya pulang untukku. Saat sudah merasa sangat jenuh, saat sudah terlalu lelah dengan rutinitas di Kota Kembang, ditambah dengan luka yang tak kunjung hilang ataupun pergi, hanya dengan pulang semuanya akan kembali seperti semula. Kota Kuda yang--tadinya--tidak ada luka adalah charger-ku satu-satunya yang bisa membuat semangatku kembali penuh. Aku selalu menikmati setiap detik perjalanan pulang ke rumah. Membayangkan hal-hal yang menyenangkan.

Namun...setelah ini, apakah rumahku ini akan tetap menjadi charger semangatku? Akankah aku tetap membayangkan hal-hal yang menyenangkan dalam perjalan pulang? Akankah aku tetap menunggu-nunggu waktu pulang? Karena saat ini, disini, di rumahku, sudah ada luka. Luka hasil petualanganku yang sama seperti di Kota Kembang. Bodoh, ya? Hehe.

Beberapa hari ini saja rasanya sulit sekali hanya untuk tidur. Ingatan tentang petualangan beberapa waktu lalu itu terus menempel di pikiranku. Huh. Tidak bisa merasa nyaman di rumah sendiri itu sangat menjengkelkan. Rasanya ingin sekali kembali ke Kota Kembang, setidaknya aku sudah terbiasa dengan luka disana dan aku juga sudah tidak sering mengingat luka itu. Setidaknya ada teman-temanku yang membuatku lupa.

Lalu...setelah ini, kemana aku harus pergi untuk mengisi daya semangatku saat aku jenuh? Kemana aku harus cari charger baruku? Karena untuk menjadi terbiasa dengan sebuah luka itu tidak mudah. Rasanya akan membutuhkan waktu yang lama untuk lupa akan kenangan itu. Menjadi tidak baik-baik saja di rumah itu menyebalkan. Bahkan belum sampai rumah, nantinya saat aku pulang, di perjalanan saja rasanya aku akan sudah sangat tersiksa oleh kenangan itu.

Kamu...tega sekali merusak charger-ku satu-satunya ini.




-Irma Ruby Ardelia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar