Selasa, 07 Mei 2013

Benci tidak akan pernah menjadi cinta yang sesungguhnya.


Hmmm.. Teringat masa laluku, saat kita tak pernah saling menyapa, tidak ada kata-kata manis yang kita gunakan saat berbincang, hanya emosi yang ada di benak kita. Tak pernah sedikitpun aku berfikir akan jatuh cinta padamu.

Saat tiba-tiba kamu selalu meminta bantuanku, saat tiba-tiba ada kehangatan dalam setiap ucapanmu kepadaku “kamu aneh!” hatiku berbisik. Bagaimana bisa seseorang yang aku benci, seseorang yang jauh denganku tiba-tiba datang membawa keindahan dan kehangatan dalam hidupku.

Sampai pada akhirnya hubungan kita berlanjut, sampai kamu menyatakan semuanya padaku. Ya, mungkin ini yang disebut tidak boleh membenci orang, karena kita juga bisa mencintainya. Semakin aku membencinya, semakin sering aku mengingatnya.

Menjalin hubungan denganmu adalah hal yang indah untukku pada saat itu. Kamu memberikan warna dalam hidupku, hari-hariku terasa lebih berarti dengan kehadiranmu. Tapi tidak lagi saat aku mengetahui bahwa kamu dekat dengan seorang wanita yang tidak begitu aku kenal. Aku sakit mengetahuinya! Apa maksud kamu? Aku kira kamu benar-benar tulus kepadaku! Sekarang aku sadar, benci akan tetap menjadi benci! Benci tidak akan pernah menjadi cinta yang sesungguhnya. Seharusnya aku menyadari itu dari awal.

Aku putuskan untuk menyelesaikan hubungan kita saat itu juga, tentu saja dengan sebuah kesepakatan. Sampai akhirnya aku mendengar kamu benar-benar menjalin hubungan dengan wanita itu. Gila! Apakah secepat itu?

Aku mulai melupakanmu, dan tidak akan pernah mengingatmu lagi. Setelah aku berhasil melakukannya, “Boleh aku bertanya tentang masa lalu kamu? Saat kamu bersamanya, bagaimana perlakuan dia kepadamu?” pertanyaan itu datang dari mulut seorang wanita yang sudah menghancurkan hubunganku dengan dia. Apa harus aku menjawabnya? Apa maksud wanita itu? Apa dia ingin membuatku iri? Jika memang itu tujuannya, berarti wanita itu gagal!

Perasaanku kepadanya sudah kembali seperti awal, rasa benci, rasa kecewa, dan tidak akan pernah ada lagi rasa cintaku untuknya, cukup sekali saja aku melakukan kesalahan itu.
Aku yakin, aku bisa mendapatkan seseorang yang jauh  lebih baik darinya. Terimakasih atas rasa sakit yang kamu berikan kepadaku, semoga kamu bahagia dengan wanita itu..




(Untuk temanku yang mengalami ini, R.A.H)

-Irma Ruby Ardelia-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar