Hmmm.. Teringat masa laluku, saat kita tak pernah saling menyapa, tidak ada kata-kata manis yang kita gunakan saat berbincang, hanya emosi yang ada di benak kita. Tak pernah sedikitpun aku berfikir akan jatuh cinta padamu.
Saat
tiba-tiba kamu selalu meminta bantuanku, saat tiba-tiba ada kehangatan dalam
setiap ucapanmu kepadaku “kamu aneh!” hatiku berbisik. Bagaimana bisa seseorang
yang aku benci, seseorang yang jauh denganku tiba-tiba datang membawa keindahan
dan kehangatan dalam hidupku.
Sampai
pada akhirnya hubungan kita berlanjut, sampai kamu menyatakan semuanya padaku.
Ya, mungkin ini yang disebut tidak boleh membenci orang, karena kita juga bisa
mencintainya. Semakin aku membencinya, semakin sering aku mengingatnya.
Menjalin
hubungan denganmu adalah hal yang indah untukku pada saat itu. Kamu memberikan
warna dalam hidupku, hari-hariku terasa lebih berarti dengan kehadiranmu. Tapi
tidak lagi saat aku mengetahui bahwa kamu dekat dengan seorang wanita yang
tidak begitu aku kenal. Aku sakit mengetahuinya! Apa maksud kamu? Aku kira kamu
benar-benar tulus kepadaku! Sekarang aku sadar, benci akan tetap menjadi benci!
Benci tidak akan pernah menjadi cinta yang sesungguhnya. Seharusnya aku
menyadari itu dari awal.
Aku
putuskan untuk menyelesaikan hubungan kita saat itu juga, tentu saja dengan
sebuah kesepakatan. Sampai akhirnya aku mendengar kamu benar-benar menjalin
hubungan dengan wanita itu. Gila! Apakah secepat itu?
Aku mulai
melupakanmu, dan tidak akan pernah mengingatmu lagi. Setelah aku berhasil melakukannya,
“Boleh aku bertanya tentang masa lalu kamu? Saat kamu bersamanya, bagaimana
perlakuan dia kepadamu?” pertanyaan itu datang dari mulut seorang wanita yang
sudah menghancurkan hubunganku dengan dia. Apa harus aku menjawabnya? Apa
maksud wanita itu? Apa dia ingin membuatku iri? Jika memang itu tujuannya,
berarti wanita itu gagal!
Perasaanku
kepadanya sudah kembali seperti awal, rasa benci, rasa kecewa, dan tidak akan
pernah ada lagi rasa cintaku untuknya, cukup sekali saja aku melakukan kesalahan
itu.
Aku
yakin, aku bisa mendapatkan seseorang yang jauh
lebih baik darinya. Terimakasih atas rasa sakit yang kamu berikan
kepadaku, semoga kamu bahagia dengan wanita itu..
(Untuk temanku yang mengalami ini, R.A.H)
-Irma Ruby Ardelia-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar